CERITA SEX GAY "MARCO BAGIAN 1"

Namaku: Antonio (tapi sehari hari aku dipanggil TIO). Saat ini aku telah
berusia 35 tahun dan menurut banyak teman, aku adalah pria yang masih
cukup ganteng. Apalagi postur tubuhku yang cukup tinggi, atletis dan
terawat dengan baik.
Tinggi badanku 176 cm. Pantatku kekar dan padat dengan sepasang paha
yang kukuh. Dadaku yang bidang tampak kokoh dengan bentuk tubuhku yang
tegap.

Dahulu, 16 tahun yang lewat, sebagaimana lelaki sejati lainnya yang
hidup normal, aku sebenarnya sudah beberapa kali berpacaran dengan para
gadis sejak SMU dulu, tapi entah bagaimana awalnya setelah masuk kuliah
aku nekad mulai ikut ikutan beberapa teman mahasiswa yang coba coba
meladeni hasrat sesama lelaki dengan imbalan uang sekadarnya untuk
tambahan uang indekos.

Karena hanya iseng iseng, permainan sejenis itu terbatas cuma membiarkan
diriku dipeluk peluk, ditelanjangi dan dionani oleh sesama lelaki,
kadang kadang aku terpaksa juga membiarkan kemaluanku diisep oleh
mereka. Tak pernah lebih dari itu!.

Pergaulan yang menyimpang itu akhirnya membuat aku terjerat dalam
hubungan sejenis yang lebih dalam dengan seorang teman mahasiswa senior,
anak orang kaya, yang mengaku jatuh cinta kepadaku dan berjanji akan
membantu biaya kuliah serta tempat kost.

Tapi kenekadanku terjun kedua seks sejenis bukan tanpa resiko, karena
permainan seks yang dia lakukan semakin hari menjadi semakin bervariasi
tanpa bisa kutolak, termasuk disuruh ngisep kemaluan dia serta diajari
mensodomi dia; sampai akhirnya suatu hari, dia menuntut giliran aku
untuk menyerahkan kesucian tubuh telanjangku!. Dia berdalih dengan
alasan bahwa dia-pun telah berkorban untuk kusodomi, sampai aku terpojok.

Terus terang!, aku bimbang ingin menolak, tapi karena masih membutuhkan
uang untuk mencukupi biaya kuliah, aku terpaksa berpasrah dan harus
menerima perlakuan yang bertentangan dengan naluri kelelakianku; lalu
aku disodomi untuk pertama kalinya sampai keperawananku tercabik dan aku
digiring menjelajahi persenggamaan sejenis yang panas dan liar!.

Memang, tidak dilakukan setiap hari, tapi setiap kali giliranku tiba
untuk disetubuhi seperti perempuan, aku jadi ragu apakah aku masih laki
laki sejati yang normal atau bukan?, karena walaupun tidak sungguh
sungguh menikmati diriku disodomi oleh sesama jenisku, tetapi
kenyataannya, merasakan batang kontol laki laki yang menggempur lubang
anusku ternyata mampu melontarkan aku ke puncak klimaks kepuasan sampai
aku memuntahkan air mani.

Hubungan itu berlangsung beberapa lama sampai akhirnya dia harus pergi
keluar negeri untuk melanjutkan kuliah disana. Sejak itulah aku
bersusah payah kembali hidup wajar sebagai laki laki normal dan mulai
berpacaran dengan gadis gadis lagi, lalu mati matian berusaha melupakan
dunia sejenis.

4 tahun kemudian setelah lulus kuliah, aku mulai bekerja untuk membangun
karir dan masa depanku sampai akhirnya pada usia 27 tahun aku berani
menikahi Amanda, seorang gadis yang amat kucintai menjadi istriku yang
kemudian melahirkan anak anakku. Istriku tak pernah mengetahui masa
laluku yang kelam dan memalukan.

Itulah bagian hidup di masa muda yang aku coba lupakan sejak jaman
dahulu!. Sekarang aku bekerja sebagai manajer accounting pada sebuah
toserba yang cukup besar dikotaku. Sehingga aku banyak mengenal banyak
relasi dari para pekerja perusahaan lain yang memasok barang ketempatku
bekerja. Aku juga menjadi instruktur senam BL ditempat aku fitness.

Disinilah kisah yang akan kisah ironis antara aku dan Marco pertama kali
terjadi.

Sebagai seorang suami, aku adalah laki laki yang setia pada istri. Aku
berprinsip, sejak menikah dengan istriku, tidak boleh ada wanita lain
(apalagi laki laki) yang boleh menyentuh hati dan tubuhku, kecuali istri
yang sangat kucintai. Dan sebelum kisah ini terjadi, aku memang selalu
dapat menjaga kesetiaanku.

Jangankan disentuh, tertarik dengan wanita lain atau lelaki, merupakan
pantangan buatku.

Tetapi begitulah, beberapa bulan terakhir aku pindah tugas diluar kota
yang jauh jaraknya dari rumah sehingga aku terpaksa berpisah sementara
dari istriku karena dia juga bekerja di sebuah perusahaan dengan jabatan
yang lumayan tinggi. Aku pulang 1 atau 2 bulan sekali untuk melepas
rinduku dan sekaligus menunaikan kewajibanku untuk memberi nafkah bathin
pada istriku.

Hidup berjauhan dari keluarga membuat aku kesepian tapi biar
bagaimanapun aku berhasil menghindari segala macam godaan sampai
akhirnya datang seorang mahasiswa S2 yang melakukan PI (Praktek
Industrial) ditempatku. Dan aku ditunjuk sebagai pembimbing mahasiswa
tersebut oleh bosku. Mahasiswa S2 yang masih muda itu memperkenalkan
dirinya bernama MARCO, berumur 25 tahun, Dia pemuda berdarah Ambon yang
berasal dari Maluku. Kuperhatikan dia dari atas sampai bawah, cukup
lumayan penampilannya. Walau Marco bukan seorang pemuda yang ganteng,
tapi dia berbadan tinggi besar dan kekar, tingginya sekitar 180 cm.

Ya, wajahnya tidak bisa dibilang tampan, bahkan cenderung kasar dan
beringas dengan kulit badan yang kehitaman sehingga sepintas membuat
orang ngeri berlama lama menatap wajahnya. Salah salah orang mungkin
akan menduga Marco seperti seorang preman yang tak kenal belas kasihan.

Sungguh!, saat itu aku tidak mempunyai pikiran miring atau punya
perasaan tertarik padanya.

Pada awalnya hubungan kami biasa-biasa saja, bahkan cenderung agak kaku.
Namun begitu, dibalik wajahnya yang keras dan penampilannya yang kasar,
Marco selalu bersikap baik padaku. Kuakui pula, ia pemuda yang simpatik.
Ia sangat pandai mengambil hati orang. Sehingga lama-kelamaan kekakuanku
berkurang dan kami berdua menjadi akrab. Bahkan aku sering meminta Marco
membantuku lembur dikantor. Dan jika begitu biasanya aku bercerita
tentang kehidupan rumah tanggaku. Sampai-sampai urusan diatas tempat
tidur kuceritakan padanya.

Kedekatanku dengan Marco bukan cuma terbatas pada urusan pekerjaan,
karena sepulang kantor aku dan Marco sering jalan atau pergi makan malam
bersama, bahkan pada malam minggu kami suka juga nonton berdua. Maklum
aku hidup sendiri dan Marco juga masih bujangan. Pernah kutanyakan
kenapa malam minggu dia tidak kencan dengan pacarnya, tapi Marco tidak
pernah sungguh sungguh menjawab pertanyaanku.

Terus terang, aku menikmati saat ditemani Marco walau tak jarang
kuperhatikan pandangan heran orang orang melihat kedekatan hubunganku
dengan seorang pemuda beringas berkulit kehitaman yang 10 tahun lebih
muda dariku. Mungkin ada juga orang yang menyangka aku ditemani oleh
seorang bodyguard atau preman yang bertugas melindungiku, karena
terkadang ada juga orang yang menyingkir ngeri setelah melihat perawakan
kekar Marco dan penampilannya yang keras.

Hingga suatu ketika, setelah sebulan Ia PI dikantorku. Sewaktu aku
sedang lembur menghitung keuangan bulanan perusahaan, Marco datang
menghampiriku.

" Permisi Bang, bisa ganggu gak? " Tegur Marco sopan.

"Ya ada apa Marc?" Jawabku.

"Ini.. ada beberapa yang saya gak ngerti bisa dijelaskan gak Bang?"
Marco bertanya lagi.

"Ooh bisa.. mana yang kamu kurang paham " aku menjawab lalu menyuruhnya
untuk duduk disampingku disofa.

Lalu aku memberikan penjelasan panjang lebar kepadanya. Katanya sih
bahan yang dia minta penjelasan dariku itu akan dimasukkan dalam bahan
laporannya, tapi sepanjang hari itu Marco tidak betul betul menyimak
pejelasanku, karena dia terus menerus memandang wajahku dengan pandangan
yang ganjil, tapi aku mengabaikan tanda tanda itu dan meneruskan
pekerjaanku.

Tapi sejak kejadian itu, Marco jadi sering menatapku sampai aku merasa
risih, malahan setiap kali bertemu, Marco seperti sengaja sering
menyentuh dan meraba tubuhku, bahkan dia juga sering mengajak aku makan
siang berdua dengannya.

Sikap Marco sehari hari sebenarnya tak berbeda dengan perilaku laki
laki biasa lainnya tapi melihat perhatiannya yang terlampau berlebih
terhadapku, aku mulai curiga kalau itu tanda tanda bahwa Marco adalah
tipe laki laki yang menyukai sesama jenis dan sedang "naksir" padaku.
Tapi kenapa pemuda macho yang keras dan beringas kok bisa naksir pada
laki laki yang berumur jauh lebih tua seperti diriku?, apa justru umurku
yang membuat dia tertarik padaku?.

Suatu hari pada jam makan siang aku sengaja ke ruang-istirahat yang
tersedia dikantorku untuk beristirahat dan tidur tidur ayam karena malam
sebelumnya aku kerja lembur dirumah sampai jam 3 pagi sehingga aku
merasa amat ngantuk. Kebetulan ruang istirahat sedang kosong melompong
sehingga aku dengan santai dan tak terasa aku terlelap diatas sofa.

Tetapi, ya ampun!, mendadak aku terbangun karena, tiba-tiba aku
merasakan ada benda yang hangat menyentuh bibirku. Tidak hanya
menyentuh, benda itu juga melumat bibirku dengan halus. Awalnya aku
belum sepenuhnya sadar, maka aku langsung membuka mata, dan astaga!,
ternyata wajah Marco sangat dekat dengan wajahku dengan tangannya
membelai rambutku dan bibirnya sedang melumat mulutku dengan ciuman yang
panas. Ahh!, Aku terkejut!. Seharusnya aku mendorong tubuh Marco dan
menolak ciumannya tapi aneh!, aku justru tidak berusaha menghindar!!.

Untuk beberapa lama, Marco masih melumat bibirku. Kalau mau jujur aku
juga ikut menikmatinya. Bahkan beberapa saat secara refleks aku juga tak
sadar membalas lumatan bibir Marco. Sampai kemudian aku tersadar, lalu
kudorong dada Marco hingga ia terjengkang kebelakang.

"Marc apa apa sih ini??" kataku dengan nada bergetar menahan rasa malu
dan sungkan yang menggumpal dihatiku.

"Maaf Bang, mungkin saya terlalu nekat. Seharusnya saya sadar Bang
adalah seorang laki laki yang sudah beristri. Tapi inilah kenyataannya,
Aku menyukai Bang Tio, aku SAYANG Bang Tio"

ujarnya lirih sambil meninggalkanku.

Seketika itu aku merasa sangat menyesal, aku merasa telah mengkhianati
istriku. Tapi aku tidak pernah marah dengan perbuatan Marco itu.
Entahlah, aku sendiri bingung. Aku tidak tahu, apakah ini dikarenakan
permasalahanku yang berjauhan dengan istri sehingga menerima begitu saja
semua perbuatan Marco padaku. Ataukah aku telah kambuh lagi seperti pada
masa mudaku, menyukai sesama lelaki seperti Marco, pemuda yang usianya
jauh lebih muda dariku. Sekali lagi, aku tidak tahu. Apakah Marco sudah
membaca gelagatku bahwa aku pernah menyukai sesama jenisku?.

Dan ajaib!, sejak kejadian luar biasa itu, aku bukannya menghindar, tapi
justru kebalikannya!, aku jadi semakin mengagumi sikapnya yang macho,
kegagahan tubuh atletisnya dan semangat darah mudanya yang penuh
kesegaran. Ya!, dia memang laki laki yang amat maskulin dan keras tapi
kuakui aku semakin terpesona oleh penampilan Marco yang menawan hatiku
sehingga aku semakin tak karuan menghadapi pekerjaanku karena
dipikiranku cuma ada Marco dan Marco, dan Marco....!.

Rupanya Marco sering memergoki tatapan mataku sehingga dia sadar bahwa
dirinya sering kuperhatikan, lalu dia mengedipkan sebelah mata dan
tersenyum kepadaku.

Tapi biar bagaimanapun, dihadapan orang orang, sikap aku dan Marco
sehari hari tidak berubah!, tetap seperti biasa dan tetap berteman akrab
atau pergi makan dan nonton berdua. Sepertinya kami berdua sepakat
menghindari pembicaraan mengenai insiden ciuman tempo hari. Tapi aku
yakin, didalam hati masing masing, kami sebenarnya memikirkan kejadian
waktu itu.

Comments

Popular posts from this blog

CERITA GAY " SATPAM KONTOL BENGKOK "

Kontol Kang Yasin Terjepit Nikmat di Pahaku (Cerita Johan) #3

CERITA SEX GAY " SATPAM PLN "